Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

S I S L T P

Sistem Informasi Sumberdaya Lahan dan Tanaman Pertanian

Sistem Taksonomi Tanah PDF Print E-mail
Written by Karmini G.   
Tuesday, 21 April 2009 05:59

Tanya : Apa sebenarnya yang disebut Sistem Taksonomi Tanah ??

Jawab :

Sistem Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy, USDA)?merupakan sistem klasifikasi tanah internasional, diperkenalkan pada?tahun 1975 dan berkembang cepat. Hampir setiap 2 tahun sekali diadakan perbaikan dan diterbitkan dalam buku pegangan lapang Keys to Soil Taxonomy. Sistem?ini dibangun oleh para pakar tanah dunia, terstruktur baik, bertingkat, sistematis dan komprehensif. Dasar klasifikasi tanah dengan pendekatan morfometrik, dimana sifat penciri horison dan sifat tanah lainnya terukur secara kuantitatif. Misalnya warna, tekstur dan tebal horison permukaan (epipedon: molik, umbrik, okrik), ciri horison bawah (argilik, kambik, oksik), dan sifat-sifat penciri tanah lainnya, a.l. KTK-liat, KB, kandungan mineral pasir mudah lapuk. Seperti sistem klasifikasi tanah nasonal, dalam sistem ini juga dibedakan antara tanah organik dan tanah mineral berdasarkan asal bahan induk pembentuknya. Dalam sistem ini, tanah diklasifikasikan secara bertingkat, mulai dari Ordo-Sub Ordo- Great Group- Sub Group- Family- Seri.? Pada tingkat Ordo Tanah? di bedakan atas 12 Ordo Tanah Dunia, dimana 10 dari 12 Ordo Tanah terdapat di Indonesia. Ordo Tanah yang terdapat di Indonesia adalah Histosol (tanah gambut), Entisol, Inceptisol, Mollisol, Andisol, Vertisol, Alfisol, Ultisol,? Oxisol, dan Spodosol. Sedangkan yang tidak dijumpai di Indonesia adalah Ordo Gelisol (tanah es kutub) dan Aridisol (tanah kering gurun pasir). Setiap Ordo tanah?memiliki sifat dan ciri yang berbeda. Tanah-tanah tersebut memiliki potensi pengembangan komoditas, kendala penggunaan dan input produksi yang diperlukan untuk dapat berproduksi optimal. Sistem ini baik untuk digunakan, namun dalam sosialisasi dan aplikasinya di lapangan oleh kebanyakan pengguna masih sulit untuk dipahami dan dilaksanakan, mengingat tatanama disusun dalam bahasa asing dan untuk dapat mengklasifikasikan tanah dengan baik memerlukan data analisis tanah yang lengkap dan akurat untuk memenuhi persyaratan yang diperlukan (secara kuantitatif) (Dr. D. Subardja, M.Sc. pada siaran di RPC tanggal 15 April 2009)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com