Badan Litbang Pertanian melalui BBSDLP bekerjasama dengan PT. Petro Kimia Gresik menyelenggarakan seminar nasional yang berlangsung pada 24 Februari 2010, di IPB International Convention Center, Bogor. Seminar dihadiri sekitar 150 orang peserta dari berbagai kalangan, antara lain: PT. Petrokimia, para pejabat eselon II lingkup Kementerian Pertanian, para peneliti ilmu tanah, perguruan tinggi (IPB, Unpad, UGM, Unibraw), Dinas Pertanian Tingkat I, Kementerian Perekonomian, Kementerian Perindustrian, beberapa BUMN yang bergerak di bidang pupuk antara lain PT. Pertani, PT. Sang Hyang Seri, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Pupuk Kujang, PT. Pupuk Kaltim), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), serta Himpunan Alumni IPB, Unpad.
Seminar membahas isu seputar peranan pupuk NPK dan organik yang berkenaan dengan peningkatan dan produksi dan swasembada beras. Dalam kesempatan peresmian sekaligus pembukaan seminar, kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Sumarjo Gatot Irianto menekankan pentingnya peranan pupuk dalam peningkatan produksi pertanian, namun diperlukan terobosan dalam mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk anorganik dan digantikan secara bertahap dengan pupuk organik. Ka Badan Litbang Pertanian juga mengingatkan perlunya dipertimbangkan secara cermat dalam pemanfaatan pupuk organik yang kaitannya menggantikan pupuk an-organik, mengingat rendahnya kadar N, P, dan K (unsur makro) pada pupuk organik. Dalam diskusi dibahas juga, bahwa pupuk anorganik tetap memegang peranan dalam kelangsungan produksi pertanian, sementara pupuk organik berfungsi saling melengkapi.
Beberapa makalah disampaikan antara lain oleh Prof. Dr. Irsal Las (Ka. BBSDLP), Prof. Dr. Suyamto (Ka. Puslitbang Tanaman Pangan), Dr. Sri Rocahyati (Ka Balittanah)




